Titik Tolak

Beberapa hari yang lalu saya selesai membaca buku Roadmap: The Get It Together Guide for Figuring Out What to Do with Your Life oleh Roadtrip Nation. Sebuah buku yang -seperti sub judulnya- membantu saya mencari tahu apa yang saya ingin lakukan dengan hidup saya. Seperti biasa saya selalu skeptis -tidak yakin dengan kualitas atau kebenaran suatu hal- pada saabookt disodorkan buku ini oleh pasangan saya. Kala itu saya pikir buku ini sama seperti banyak buku motivasi diri lainnya: berisikan bualan dan kata-kata manis saja, supaya laku dibeli sama kami yang putus asa, haus akan motivasi dan tidak tahu harus diapakan hidup kami ini.

Pada awalnya buku ini, seperti layaknya buku motivasi lainnya, menyuguhkan berbagai macam cerita kemenangan para orang-orang sukses. Jelaslah saya menyeleneh, sedikit senang karena kecurigaan saya terbukti. Bukannya saya benci cerita sukses, tapi menurut saya, penyuguhan cerita sukses sering kali bergandengan dengan bias kebertahanan (survivorship bias), yaitu kesalahan logika yang terjadi karena memusatkan perhatian pada para pemenang dan mengabaikan mereka yang tidak, sehingga menghasilkan kesimpulan yang salah. Sebenarnya kebiasan ini sangat bisa dimaklumi, karena masyarakat dunia menganggap kegagalan sebagai hal yang tabu untuk diperbincangkan.

Terlanjur janji dengan pasangan, jadilah saya lanjutkan membaca. Setelah menelan cerita-cerita sukses dengan bibir mencibir, saya sampai pada bagian di mana saya ditanya apa definisi sukses versi pribadi. Dijelaskan bahwa terdapat dua macam suara untuk mendefinisikan sebuah kesuksesan, yaitu suara bising dan suara hati/dukungan. Suara bising yang dimaksud merupakan jejalan definisi sukses yang dicekokan kepada kita oleh sekitaran, baik oleh orang tua, teman, orang asing, guru, pemerintah, masyarakat dan atau media. Biasanya suara bising ini bertentangan dengan suara hati. Suara hati dapat dikenali, jika kita sudah mengenali nilai inti yang menjadikan karakter kita unik dan memberi kedamaian.

Suara bising yang paling lumrah bagi saya biasanya berbunyi seperti ini: “Sukses itu punya banyak uang/ jadi direktur perusahaan A atau B/kerja di institusi C atau D/nikah umur sekian dan punya anak/jalan-jalan keliling dunia.” Tetapi bisa saja suara tersebut merupakan suara hati untuk orang lain, namun tidak bagi saya. Tidanature-person-red-woman.jpgk ada penilaian mana suara hati yang paling baik atau mulia atau dangkal, itu semua relativ, sekali lagi R-E-L-A-T-I-V! Kalau menikah di umur sekian dan punya anak sekian bisa membuat seseorang damai, ya berarti itu suara hati mereka, meskipun sekitarannya berusaha menjejali kalau dia harus punya uang sekian miliar dulu baru punya anak, atau kuliah sampai punya gelar doktor dulu biar sukses. Buku ini mengingatkan saya bahwa definisi sukses TIDAK absolut.

Lebih lanjut buku ini berusaha membantu untuk mengenali minat diri dan nilai inti/prinsip hidup, kemudian menganalisa modal yang dipunya dan yang diperlukan. Langkah konkrit apa yang bisa dilakukan dengan segera untuk bisa melakukan langkah konkrit selanjutnya. Mungkin pembahasan teknis inilah yang menurut saya membuat buku ini berhasil memotivasi saya. Saya diingatkan kembali bahwa saya harus bergerak dan bertindak, bukan hanya sekedar percaya atau bermimpi -walaupun tanpa kepercayaan dan mimpi kita tidak bisa ke mana-mana, tetapi tindakan juga sama penting-. Memang hal yang sangat jelas bagi sebagian banyak orang, tetapi tidak bagi saya. Setiap kali saya mau bertindak, entah kenapa saya selalu punya 1001 alasan mengapa hal tersebut akan sia-sia atau sebaiknya ditunda.

Salah satu hal yang dianjurkan oleh buku ini adalah menulis blog, atau sekedar memposting gambar mengenai hal-hal yang akan membantu diri untuk mendapatkan yang diinginkan atau untuk mencari tahu apa yang mau dilakukan. Jadilah saya menulis lagi dengan harapan, perlahan-lahan saya akan tahu saya mau berbuat apa agar bisa menggapai kesuksesan saya. Sebenarnya saya takut, takut karena kalau saya berbagi, berarti saya membuka diri untuk dinilai oleh para pembaca. Akan ada orang-orang yang senang akan kesasaran dan ketidaktahuan saya, tetapi mungkin juga ada orang-orang yang sebenarnya juga tidak tahu mau apa dengan hidupnya dan masih berusaha mencari tahu.

pexels-photo-217047

Jadilah saya menulis ini, seuntai rangkaian kata yang mungkin tidak koheren isi dari paragaf satu ke lainnya. Namun tidak masalah, artikel ini merupakan langkah pertama saya menjelajah di samudera berbagai kemungkinan dan kesempatan. Bisa jadi nantinya saya bisa menjadi penari yang memukau banyak mata dan menggetarkan banyak jiwa, atau saya memiliki kebun vertikal yang bisa memenuhi kebutuhan dapur pribadi, atau memiliki pusat belajar dengan media baru yang mudah dan banyak diakses oleh pelbagai kalangan secara daring ataupun offline. Atau mungkin saya bisa mengadakan pameran karya pribadi saya di kediaman saya sekarang. Karena saya tersasar, saya punya banyak kemungkinan jalan untuk dijelajah. 🙂

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s